![]() |
| (sumber foto ist) |
Rajawalipos.space Simalungun – Setahun sudah kursi kepemimpinan Kabupaten Simalungun diduduki, namun sorotan tajam justru datang dari barisan pemuda. Forum Pemuda Simalungun secara blak-blakan menilai kinerja Bupati saat ini masih sebatas wacana dan belum menyentuh akar persoalan rakyat.
Koordinator Forum Pemuda Simalungun, Rifki Muflih Rambe, melontarkan kritik pedas tepat di hari peringatan satu tahun pelantikan sang Bupati. Menurutnya, euforia kemenangan masa kampanye kini telah berganti menjadi keraguan publik karena minimnya langkah konkret di lapangan.
Rifki menyoroti tiga dosa besar yang dianggap belum tertangani secara serius:
Jalanan Rusak: Titik-titik jalan yang menyerupai "kubangan" masih menjadi pemandangan sehari-hari warga.
Langka Lapangan Kerja: Pemuda Simalungun merasa dianaktirikan di tanah sendiri karena sulitnya akses pekerjaan.
Janji Politik Menguap: Program nyata yang dijanjikan saat kampanye dinilai belum dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
"Kami tidak butuh retorika. Rakyat ingin melihat pembangunan yang nyata, bukan sekadar janji di atas kertas. Infrastruktur harus dibenahi dan lapangan kerja harus dibuka sekarang juga!" tegas Rifki dalam pernyataan resminya. Senin (23/2/2026).
Rifki menekankan bahwa kritik ini adalah bentuk kontrol sosial yang sehat. Ia menantang Pemerintah Daerah untuk lebih transparan dan berani membuka ruang dialog terbuka guna menjelaskan apa saja yang sebenarnya sudah dilakukan selama 365 hari terakhir.
Forum Pemuda Simalungun menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka berjanji akan terus menjadi "mata dan telinga" rakyat untuk mengawasi setiap gerak-gerik pemerintah.
"Ini bukan soal benci, tapi soal tanggung jawab. Kami ingin Bupati membuktikan bahwa beliau memimpin dengan tindakan, bukan hanya sekadar kata-kata," pungkasnya. (**)
.jpg)
0 Komentar