![]() |
| Animasi Narkoba |
Rajwalipos.space Simalungun – Peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan meresahkan masyarakat luas. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, barang haram tersebut diduga kuat dikendalikan oleh jaringan hitam yang terorganisir rapi.
Menurut kesaksian warga setempat berinisial AS saat ditemui di sebuah kedai kopi di Nagori Bandar Masilam pada Selasa (3/6/2026) sekira pukul 11:00 WIB mengatakan ada beberapa nama besar yang mencuat sebagai aktor intelektual di balik peredaran ini. Nama-nama seperti Jon Tato yang berdomisili di Huta Tapak Kuda Nagori Gunung Serawan, serta Uden Pelor, disebut-sebut berperan sebagai pemain utama dalam bisnis ilegal tersebut.
Tidak hanya mereka, nama lain seperti Paklek alias Tono di Nagori Bandar Masilam, serta duet Amat Kecewa dan Manda, juga santer terdengar sebagai sosok penting yang mengendalikan jalur distribusi sabu di wilayah Bandar Masilam.
Sementara itu di tempat yang sama, Informasi mengejutkan lain datang dari warga berinisial MS. Ia mengungkapkan bahwa pasokan sabu milik Jon Tato diduga kuat berasal dari seorang bandar besar di luar wilayah Simalungun, yakni pria berinisial Pato yang merupakan warga Binjai, Serdang Bedagai.
Melihat wilayahnya dikepung oleh jaringan narkoba yang kian merajalela, warga Bandar Masilam kini menaruh harapan besar kepada aparat kepolisian. Mereka mendesak pihak penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas, membongkar jaringan ini hingga ke akar-akarnya, dan menangkap para pelaku demi menyelamatkan masa depan generasi muda di Simalungun. (YS)

0 Komentar