Breaking News

6/recent/ticker-posts

Irama Inklusi Inalum : Mengubah Sampah Menjadi Harapan bagi Anak Putus Sekolah dan Disabilitas

Rajawalipos.space Kuala Tanjung Rabu 22 April 2026 – Di sebuah sudut Desa Kuala Tanjung, tumpukan sampah yang biasanya menjadi sumber masalah, kini berubah menjadi sumber berkah. Melalui gerakan "Irama Inklusi", warga lokal bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) berhasil menyulap limbah menjadi peluang ekonomi sekaligus wadah bagi mereka yang terpinggirkan.

Inovasi Maggot: Senjata Ampuh Lawan Limbah

Gerakan ini dimotori oleh Didi Saputra, atau yang akrab disapa Untung. Bermula pada tahun 2021 pasca-pandemi, Untung dan kelompoknya mendapatkan pelatihan budidaya maggot dari Inalum. Siapa sangka, larva kecil ini menjadi kunci perubahan besar.

Setiap harinya, mereka mampu mengolah 1 hingga 1,5 ton sampah organik—termasuk sisa katering perusahaan—menjadi pakan maggot dan pupuk organik. Tak hanya berhenti di sana, limbah non-organik pun diolah menjadi produk kreatif bernilai tinggi, seperti kursi dari kayu palet dan kertas daur ulang.

Lebih dari Sekadar Ekonomi: Misi Kemanusiaan dan Pendidikan

Yang membuat program ini istimewa adalah napas inklusivitasnya. Di Bank Sampah Berseri, ada 17 warga yang menggantungkan hidup, termasuk penyandang disabilitas dan anak-anak putus sekolah.

"Kami ingin siapa pun bisa terlibat. Saudara kita yang berkebutuhan khusus dan adik-adik yang putus sekolah tetap punya kesempatan bekerja dan belajar," ujar Untung dengan penuh semangat.

Tak hanya memberi pekerjaan, kelompok ini juga memfasilitasi pendidikan Paket B dan C bagi remaja yang sempat kehilangan harapan sekolah. Tujuannya jelas: membekali mereka dengan ijazah dan keterampilan agar masa depan mereka "lebih cerah".

Sinergi Hijau yang Diganjar Penghargaan Tertinggi

Keberhasilan ini bukan sekadar cerita sukses warga, tapi juga bukti nyata sinergi antara industri dan masyarakat. Dukungan Inalum yang konsisten dalam hal pelatihan, alat, hingga studi banding telah menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya kelompok Sari Larva Berdaya (SLB).

Berkat konsistensi dalam menjaga keharmonisan lingkungan dan manusia ini, Inalum sukses meraih predikat PROPER Emas dan Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Harapan di Masa Depan

Meski sudah berjalan sukses, Untung masih punya mimpi besar. Ia berharap ke depannya ada bantuan armada tambahan agar layanan jemput sampah bisa menjangkau hingga ke dusun-dusun terpencil. Ia juga menaruh harapan agar anak-anak binaannya yang telah lulus Paket C bisa mendapatkan kesempatan berkarir di lingkungan profesional, termasuk di Inalum.

Kisah dari Kuala Tanjung ini menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa dengan sedikit kreativitas dan kepedulian yang besar, sisa-sisa yang terbuang bisa menjelma menjadi asa yang gemilang.

(Yusuf Sinaga)

Posting Komentar

0 Komentar